Wednesday, May 29, 2013

Kemampuan Koneksi Matematik

Dalam dunia pendidikan terutama dalam pembelajaran matematika kemampuan menghubungkan suatu materi yang satu dengan materi yang lain atau dengan kehidupan sehari-hari berperan penting  dalam proses pembelajaran terutama pembelajaran matematika. Didalam matematika memuat beberapa kemampuan yang diharapkan dapat dikuasai siswa, salah satunya adalah kemampuan dalam melakukan koneksi matematis. Melalui kemampuan koneksi matematis, kemampuan berfikir siswa terhadap matematika diharapkan dapat menjadi semakin luas. Selain itu, koneksi matematis dapat pula meningkatkan kemampuan kognitif siswa seperti mengingat kembali, memahami penerapan suatu konsep terhadap lingkungan dan sebagainya. Tanpa menerapkan konsep dengan pengalaman siswa, maka ia akan susah mengingat suatu materi yang disampaikan dan mengingat terlalu banyak konsep yang terpisah padahal matematika kaya akan prinsip-prinsip.

Koneksi matematis berasal dari Bahasa Inggris yaitu dari kata Mathematical Connection yang kemudian dipopulerkan NCTM pada tahun 1989 dan dijadikan sebagai salah satu standar kurikulum (dalam Sartika, 2010: 19) yang bertujuan membantu pembentukan persepsi siswa, dengan cara melihat matematika sebagai suatu keseluruhan yang padu bukan sebagai materi yang berdiri sendiri-sendiridan mengenal relevansi dan manfaat matematika baik disekolah maupun diluar sekolah.
Menurut Suherman (2008: 3), “Kemampuan koneksi dalam matematika adalah kemampuan untuk mengkaitka konsep/aturan matematika yang satu dengan yang lainnya, dengan bidang studi lain, atau dengan aplikasi pada kehidupan nyata”. Koneksi matematis mengacu kepada pemahaman yang mengharuskan siswa dapat mernperlihatkan hubungan antara topik matematika. Sedangkan hubungan ekstrnal matematika meliputi hubungan antara matematika dengan bidang studi lain dan dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu pentingnya siswa diberikan latihan-latihan yang berkenaan dengan soal-soal koneksi adalah bahwa dalam matematika setiap konsep berkaitan satu sama lain, seperti dalil-dengan dalil, antara teori-dengan teori, antara topik-dengan topik, dan antara cabang-cabang matematika. Hal ini sejalan dengan pendapat Bruner (dalam Russefendi, 2006: 152) yang mengemukakan bahwa; “Dalam matematika setiap konsep itu berkaitan dengan konsep lain. Begitu pula antara yang lainnnya misalnya antara dalil dengan dalil, antara teori dan teori, antara topik denan topik, antara cabang matematika. Oleh karena itu, agar siswa berhasil belajar matematika, siswa harus lebih banyak diberi kesempatan untuk melihat kaitan-kaitan itu.
Indikator kermampuanpuan koneksi matematik (Sartika, 2010: 20) adalah.
1.      Mencari hubungan antar berbagai representatif konsep dan prosedur.
2.      Memahami hubungan antar topik matematika.
3.      Menggunakan matematika dalam bidang studi lain atau kehidupan sehari-hari.
4.      Memahamai representatif ekuivalen konsep yang sama.
5.      Mencari koneksi satu prosedur lain dalam representasi yang ekuivalen.
6.      Menggunakan koneksi antar topik matematika dan antar topik matematika dengan topik lain.
Kriteria penskoran untuk tes kemampuan koneksi diberi level 0, 1, 2, 3, dan 4. Persoalan yang diberikan dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemampuan koneksi matematik. Kriteria pedoman penskoran menurut Sabandar (dalam Sartika, 2010: 21)
Tabel 2.1
Kriteria Pemberian Skor menurut Sabandar
Skor
Kriteria
4
Lengkap dan kompeten
3
Kompetensi dasar
2
Jawaban Parsial
1
Jawaban hanya coba-coba
0
Tidak ada respon

Jadi untuk melakukan koneksi, siswa harus memahami informasi-informasi yang diterimanya, sehingga bisa memandang, menggali, permasalahan, mencoba mencari pemecahan dengan menggunakan ide matematika untuk menyelesaikan masalah-masalah, baik yang berkaitan dengan matematika, disiplin ilmu lain, maupun dengan kehidupan sehari-hari. Dalam melakukan koneksi, siswa harus mengerti informasi yang baru diperoleh untuk diarahkan ke informasi yang telah diterima terdahulu.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan koneksi matematik adalah kemampuan dalam mengaitkan konsep-konsep matematika, baik antar konsep matematika itu sendiri maupun dengan bidang lainnya (dengan mata pelajaran lain dan dengan kehidupan nyata sehari-hari).